Jumat, 27 November 2015

Seoul, Summer Dream 2015 (A Continuation)

Hi! Cerita ini kelanjutan dari cerita kemarin, perlu diketahui yaaa (sebelum bikin bingung) disini gk bakal ngikutin itinerary saya dengan pas (as usual random mode) tanpa berlama-lama selamat membacaaaa eng ing eennnggg~~

Lotte Shopping Mall Jamsil
Sebelum berangkat rencananya saya bakal ikut salah satu tour guide gratis yang diselenggarakan oleh volunteer gabungan mahasiswa dan murid senior high school buat wisata gratis ke daerah gangnam, tapi rencana itu batal karena hujan. So dari pada bingung mau kemana diputuskanlah buat ke Lotte shopping Mall yang ada di daerah jamsil (jamsil station, line 2/8). Dari subway kita gk perlu naik keatas buat masuk kesini karena mallnya emang terhubung dengan subway, you just need to focus on direction board buat sampe kesini. Disini cuma beli titipan baju hard rock cafe hahaha so my visit will be reaaallly short. My first impression begitu menginjakkan kaki ketempat ini adalah mewah, me to da wah! Gila, manusia semacam saya gk pantaslah buat belanja disini kkk~ T.T

Di shopping mall ini sepertinya memang memisahkan tempat khusus buat baju-baju branded (brand-brand mahal itu yg sebagiannya gk pernah saya liat) termasuk eskalator buat naiknya. Hard rock cafe sendiri ada di lantai 5 tapi karena gk ngerti kalo ternyata eskalator buat ke hard rock cafe itu ada di bagian belakang hasilnya saya malah naik eskalator ke tempat baju-baju branded itu  dan jadilah di pandang dengan tatapan heran sama orang-orang yang ada disitu hahaha persis anak ilang. Okay setelah sadar kalo salah tempat buru-buru turun dan dengan penuh percaya diri balik ke rute yang benar, thx to papan penujuk jalan dan ahjussi berbadan gede yang awalnya saya kira bodyguard (ini petugas keamanan sungguh mirip bodyguard artis lengkap dengan jas dan alat komunikasi yg ditempel ke telinga itu lhooooo). Seperti rencana awal kesini cuma buat beli hard rock cafe's t-shirt dan cuci mata sebentar, after all done langsung ngacir tanpa menunggu aba-aba >.<

KTO Building, Cheonggyecheon Stream and Bukchon Hanok Village
Kebetulan kali ini saya sempat mengunjungi KTO seoul karena lokasinya yang kebetulan dekat dengan gwanghwamun. Banyak yang bisa dilakukan disini, disarankan sih kalo mau kesini waktu paling pas itu hari pertama kunjungan. Kalo beruntung kalian bisa foto pake hanbok gratis (tapi even ini cuma diadakan sebulan satu/dua kali kalo gk salah) untuk lebih detail silahkan langsung menuju tekape KTO Seoul. Tapi hari itu kantornya sepi (mungkin karena kepagiaan), gk banyak yang bisa dilakukan dan ternyata para pengawai disana bukan termasuk golongan friendly people hmm.. Di dalam cuma sempat ngambil brosur-brosur dan lumayanlah pas masuk ke kpop's corner akhirnya bisa kesampaian ngeliat "JYJ" yang ada di fotonya si kiki hahaha.

*Sayangnya cuma nyempatin buat foto bareng "tangan" mereka, dikarenakan faktor gk ada yg motoin hahaha T.T (mbak yang jaganya pasang wajah jutek gk beranilah minta tolong...)*

Untungnya tepat di depan KTO building ada satu spot pantas untuk diliat apa lagi kalo bukan Cheonggyecheon Stream, awalnya gk ngerencanain buat kesini sebenernya (a reason for me to love this solo thingy, many spontaneous things to do) :)



Musim panas di korea mungkin buat sebagian orang indonesia gk bakal terlalu berkesan secara tiap tahun kita menghabiskan sebagian besar hari di musim itu, tapi sungguh demi apa begitu turun kesini berasa menikmati musim panas yang beda. Membayangkan betapa syahdunya suara aliran air ditambah hembusan angin (yang lumayan kencang) membuat perasaan dan hati jadi adem (sobsob), padahal yah disamping kiri kanan itu hiruk pikuk kota. Tempat ini lokasinya di tengah kota dan di apit oleh gedung-gedung pencakar langit tapi jangan salah lhoo keadaan itu gk membuat "ketenangan" disini berkurang. Oiya disini untuk pertama kalinya bertemu dengan mr. (or mrs) bangau hahaha kalo biasanya cuma liat di film kungfu panda sekarang bisa face to face! Hmm feeling-feeling diatas memang sedikit agak terganggu begitu sampai di salah satu jembatan utama (sepertinya) karena disana memang banyak turis maupun citizen yang duduk-duduk sambil mencelupkan kaki ke dalam "sungai" dan beberapa lainnya sibuk foto-foto, okaaaay disini lamunan saya akan tenangnya tempat ini (sedikit) buyarrrrr lol.

Cheonggyecheon stream memiliki beberapa jembatan penghubung jalan yang ada di atasnya, karena kurangnya riset sebelum kesini (hmm hahaha) jadilah saya cuma jalan tanpa tau nama dari jembatan-jembatan itu dan berapa totalnya (pokoknya banyak lah). Ada satu jembatan yang paling ramai dintara yang lain (hasil pantauan mata saya waktu itu lhoo) dan di bawahnya itulah orang-orang ngumpul dan nyeburin massal kaki mereka, sempat tergoda buat ikutan cuma sayangnya lagi pake sneakers+kaos kaki jadi malas banget mesti buka-buka sepatu ditambah penuhnya orang-orang bikin gk ada tempat duduk kosong (yg kosong puanasss) kkk~ Tapi paling gk akhirnya saya sampai juga ketempat dan liat langsung indahnya cheonggyecheon stream ini. Sedikit sedih karena bersolo ria walhasil cuma bisa menikmati suara air dan angin seorang diri tanpa bisa berbagi sama siapa-siapa T.T Jadi anak hilang lagi sayaaaa~ semoga next journey bisa kembali kesini bareng kalian..

 
Selesai menyusuri cheonggyecheon stream sekarang saatnya buat main-main ke bukchon hanok village. Sengaja gk mampir ke gyeongbokgung palace supaya gk terlalu keliatan anak hilangnya, secara disana juga pasti cuma flashback memory dan foto-foto (lagi) dan seperti yang diketahui keduan kegiatan itu cukup menyedihkan kalo dilakuin sendirian.

Perjuangan menuju Bukchon hanok village penuh dengan keringat dan urat kaki yang sangat penat (tapi herannya badan gk ngerasa capek sama sekali, aneh kan!). Tanpa direction yang jelas kali ini cuma mengandalkan insting dan ke-sok-tau-an saya hahaha.. Keluar dari cheonggyecheon stream cuma mengikuti arah jalan lurussss tanpa berani belok kiri dan kanan, sampai sekarang jujur masih sedikit bingung bagaimana bisa sampai di gwanghwamun square dengan selamat (tempat ini patokan direction yg saya punya) x.x

Dari ingatan memori yg tersisa saya ingat sempat melewati sejenis pasar dadakan yang menjual beberapa jenis barang mulai dari baju sampe makanan. Setelah itu nemu tourist information dan sempat nanya arah buat ke gwanghwamun square disini. Akhirnya demi melihat patung King Sejong ini, rasanya langsung pengen sujud syukur kalo gk ingat ini lagi dipinggir jalan raya >///<  Setelah sampe disini sedikit tenang finally back to my map hohoho..

*karena daerah ini adalah daerah turis jadi sebenernya tersedia tourist information di beberapa titik yang siap buat jadi tempat curhat nanya direction, jadi gk perlu khawatir bakal nyasar. oiya sempat kaget karena isi tempat ini malah lansia, bisa dibayangkan betapa syoknya saya karena mikir kalo mereka pasti gk paham bhs inggris tapi yg muncul malah mereka itulah relawannya hahaha kecele yaa, never judge book by its cover ya gaes!*

 
 
 
Kalo musim winter kemaren dimana-mana berwarna buram kali ini so colourfull, its summerrrr after all!!! Berbekal peta seadanya nekatlah saya buat nyari bokchon hanok village, untungnya lagi cuaca hari itu super cerah jadi berasa Tuhan merestui pencarian saya hari ini hehehe..

Mencari bukchon ini ternyata tidak semudah yang tercetak di direction, setelah berjalan berkilo-kilo dari KTO building (itu jarak jalan kaki terjauh yg pernah saya alamiiiii) dan nyasar-nyasar pas nyari hanok villagenya (bahkan disini saya nyasar bareng orang korea, bayangkan!!), finally ku menemukanmu~

 
Sttt~ disini dilarang ribut ya, karena memang daerah ini dihuni para citizen beneran. Bayangkan betapa menyebalkannya kalo lingkungan rumah kalian dirusuhin orang-orang, pasti bete kan. Di beberapa dinding memang dipasang pengumuman dilarang ribut buat para turis, daaan lagi-lagi disini ada beberapa relawan yang siap sedia membantu kalo-kalo ada yang perlu bantuan. Hari itu banyak ketemu turis jepang dan bule-bule yg entah dari mana, juga beberapa solo traveler seperti saya bedanya mereka bawa tongsis (teuteup yee) jadilah cuma saya lagi-lagi dapat peran anak hilang dan mati gaya disana. Poor me~

*Dari bukchon hanok village lanjut nyari subway buat pulaaanggg... sebelumnya mampir ke insadong karena emang ngelewatin, sekaliannnn*

Namdaemun
Yang terlintas ketika mengunjungi Namdaemun adalah oleh-oleh dimana-mana! So saya pun kesini emang buat beli beberapa titipan orang-orang. Harga disini termasuk murah, jadi jangan lupa kesini kalo emang niat beli oleh-oleh dalam jumlah banyak (atau sedikit). Berbekal direction dan hasil berguru ke kiki semalam sebelumnya akhirnya berhasil juga menginjakkan kaki di namdaemudan. Disini sih cuma beli sedikit barang (hasilnya sedikit dipandang aneh sama yang jual hahaha..but not in negatif way so don't worry) such as mirror (mirror on the wall), kain titipan kiki (apalah itu namanya) dan beberapa pernak-pernik lain  ^^

 
 
Namdaemun ini terdiri dari gedung-gedung tua (beda suasana sama insadong yaa ternyata) yang lingkungannya bersih, jalannnya ramai sih tetapi karena luas jadi gk terlalu terasa crowded atau bikin jengah. Selain itu para penjual disini luar biasa ramah dan like insadong beberapa penjual mengerti (sedikit) berbahasa inggris so its fun actually buat shopping disini.

YG ent.
Wohohooooo akhirnyaaaaaaaa kesampaiannya juga buat pergi ke YG ent. Sebagai penggemar sandara eonnie (yups daralings in da house) dulu sebenernya udah pengen kesini, tapi baru kali ini kesampaian. Kembali berbekal direction seadanya yang nyarinya aja susah banget sampailah di YG Ent setelah sempat lagi-lagi nanya direction di GS25 (as usual nyasar maning nyasar maning). Believe it or not, this map reaaaallly helping me..


* Untuk sampe ke YG you can follow this direction :
Go to Hapjeong Station and leave exit #8, please remember that there are two SK Gas Stations in the same stretch. Then walk and follow the road (shown by the blue lines). Contrary to other online directions, you will turn right on the first street. Once you reach SK Gas Station #2 beside Namkyong Hotel and saw a ‘center island‘ across the road, you will then turn right and continue walking for about 100 meters. It is easy to spot their building on your 50th meter and you can also see the “Prouod” (with number 15) signage before the building. There’s not a lot of places to hangout inconspicuously while waiting, but you can position yourself beside the laundromat, right in front of their entrance (or what I think was the entrance) as these fangirls did (my source >> tkp~)*

Finally..welcome to YG Ent!!! Sayangnya cuma bisa menatap nanar dari luar gedung. Didepan YG ada beberapa fans yang juga menunggu dengan indahnya (ntah fans siapa mereka). Untungnya disana sempat kenalan sama VIP dari hongkong, dua wanita muda berumur 17tahun yang berharap bisa melihat oppadeulnya tercinta hahaha. Awalnya agak deg-degan karena pernah denger selentingan diudara VIP (agak) "seram". Tapi ternyata prasangka buruk itu salah besar, mereka manisssssssss sekaliiiiiii!!!! Mereka sempat nanya siapa yang saya tunggu, otomatis nama sandara eonni yg keluar, yg kemudian di jawab dengan anggukan maklum and mumbling "aah pretty girl". Sedikit ngjleb karena dipikir cuma suka gara-gara wajahnya, tanpa mikir saya ngejawab "umm yes maybe she is pretty (very actually) but i love because her personality and passion, ooh also she is a strong girl hehehe" sambil garuk-garuk kepala, belakangan langsung mikir duh sok bijak banget ya hahaha.. Reaksi mereka like O.O "oooo~ okayyy" sambil manggut-manggut malu hahaha. Dan for my surprise pas mau pulang beberapa fans (ntah fans siapa) lain sempat bowing gitu sambil tersenyum  ke saya (and i like, woaaaa daebak they are polite and kind!) what a lovely fans there! Okay i never know go to YG will be this good hahaha, YG stands thankyoouuuuuuuu~~~

Next post will be my the side dish around seoul, CAFE(s)! Really happy to try something new and brave, hangout ke cafe sendirian hahaha terima kasih untuk kesempatannya.. >.<



-never give up-

Jumat, 20 November 2015

Seoul, Summer Dream 2015 (And The Story Begin..)

Postingan kali ini bakal ngebahas liburan "berani" yang tercipta dari failure planning. Bermula di awal tahun 2014, karena belum bisa move on dari liburan kemaren akhirnya setelah diskusi yg panjang (semacam apa gitu ya) dipilih spring sebagai next season. Tapi ada yang beda dari liburan kali ini, kami bertiga pecah kongsi hahaha. Kalo winter kemaren saya berangkat bareng kiki dan yeyen, kali ini yeyen bareng teman-teman SMAnya sedangkan saya (rencananya) balik bareng kiki dan beberapa member baru.

Selama kurang lebih satu tahun kami menata planning baru, jagain tiket promo (seakan-akan kami keeper bola), googling spring's events (and spots) terus booking guesthouse, tapi sayangnya rencana itu batal.. gagal.. bubarrrrr!! Tuhan berkehendak beda kali ini... mendadak seminggu sebelum berangkat saya harus di operasi, padahal waktu itu visa udah lolos di embassy. Dengan berat hati saya mengikhlaskan pembatalan berangkat dan mengubur dalam-dalam mimpi liburan disana.  Muncul kekhawatiran dengan kondisi visa yg udah approve, karena denger-denger selentingan di udara katanya kalo kita batal pergi kemungkinan next apply visa bakal susah. Demi mendengar selentingan itu maka dengan penuh kenekatan, setelah sebelumnya konsul dengan dokter, saya pun memberanikan diri buat touring sendirian.

*bu dokter memperbolehkan saya pergi dengan catatan harus 2 bulan pasca operasi dan sebelum pergi dibekali vitamin buat jaga fisik yg emang sering ngedrop dan cepat capek.*

Dalam waktu satu setengah bulan,  liburan thingy pun akhirnya fix (untung pulangnya malah dapet promo dari garuda wohoo) dan jakarta-seoul pp pun sudah di depan mata. Khusus kali ini, tiket airasianya pake bagasi demi menghindari kejadian yg tidak diinginkan hahaha.

Liburan kali ini diawali dengan prosesi ketinggalan pesawat! Beruntung memiliki teman seloyal dan sebaik yeyen, dengan bantuan dia (dan kata-kata semangat dari kiki) akhirnya tiket next flight ke jakarta yg berangkat 1jam kemudian pun kebeli. Ketegangan belum selese sampe disitu, karena jam berangkatnya mundur otomatis flight ke kuala lumpur juga bakal mepet banget sedangkan jarak terminal domestik ke terminal 3 (airasia) lumayan jauh. Sepanjang penerbangan menuju jakarta diisi dengan doa, semoga boarding timenya masih keburu. Untungnya Tuhan masih merestui liburan nista ini, dengan waktu cuma 1,5 jam sampai juga di boarding gate dengan indahnya (what a day~). Efek samping dari campuran antara lari-lari+panik+keringetan di balikpapan bikin badan sedikit ngedrop, di tambah lagi waktu di KLIA2 cuma tidur-tidur ayam gk nyenyak gitu. But thx God, saya mampu bertahan dengan sisa-sisa kekuatan terakhir buat naik pesawat keesokan harinya hahaha.

*kesimpulannya hari itu masuk angin parah di tambah penyakit lambung kumat, sialnya di KLIA2 farmasi nya lagi perbaikan so lengkaplah semuanya. Paginya bangun dengan kondisi badan yang udah gk jelas, akhirnya saya mutusin buat beli teh panas (super panas) dan makan banana muffin yang akhirnya bikin perut dan badan agak enakan.*

Di dalam pesawat semua angan-anang dan mimpi-mimpi busuk buat naughty ke flight attendant sirnalah sudah (serve you right!). Dengan kondisi  badan yg ngedrop berat jangankan cuci mata, makan pun jadi gk selera *sigh*. Setelah sekian lama bertahan dengan kondisi lambung yg menggila, akhirnya saya memberanikan diri buat minta obat ke salah satu fa dan untungnya ternyata mereka punya persediaan obat-obatan.

*yey disini ketemu fa korea super ramah (as usual) nan ganteng yang tinggi menjulang, kemudian dengan bahasa inggris seadanya mencoba menjelaskan ke si oppa kalo mau minta obat buat sakit maag. Okay si doi gk ngerti2 malah sempat dikira sakit gara-gara pms wkwkkwwk (ciri2nya hampir mirip sih) dan dioperlah ke fa cewe (malaysia kali ini). Setelah ngejelasin panjang lebar, kali ini pake campuran bahasa inggris dan indonesia, kalo saya telat makan, mau muntah dan blablabla si mbak fa ngerti kalo kita lagi ngebahas maag bukan pms (duh~) dan saya pun akhirnya di oper balik ke oppa. Oleh si oppa (gk kebaca namanya maklum kan org sakit gk fokus) kemudian di kasih obat buat maag, sempat minta dua biji cuma dia gk ngebolehin dan bilang "balik kesini lagi aja kalo masih sakit~" dengan lemah lembut ditambah bonus senyuman dan tatapan mata yg bisa bikin (kalo aja sehat) doki-doki gk jelas.. ya..ya..ya.. nistakan saja mereka >///<*

Touchdown Incheon Airport beberapa jam kemudian ( di jam 4 sore), hari itu cuaca cerah untungnya.. Dengan suhu udara yg gk beda jauh sama negara sendiri badan juga gk bermasalah buat beradaptasi. Summer means you can wear less, tapi tetep yeee celana panjang+tshirt jadi style andalan. Buat ke Seoul ada beberapa pilihan moda transportasi, check this one out yoo >> Incheon to down town Seoul. Saya niat awal sih pengen naik subway train yg biasa, eh malah berakhir nyasar naik all stop train AREX hahaha.. Untuk selanjutnya saya lebih prefer sama limousine bus, karena kita gk perlu naik turun tangga sambil ngegeret koper.

Untungnya naik AREX ini persis kaya naik KTX kemaren, yups ada seat numbernya jadi dijamin bakal duduk sepanjang perjalanan (Tuhan terimakasih). Setelah duduk manis di kereta saya masih ngerasa gk percaya kalo udah sampai Seoul. Di awal perjalanan di dominasi oleh mud flat area ala Runningman. Setelah sampai di seoul station otak masih loading buat nginget cara naik subway hahaha.. Karena telat loading akhirnya malah nyasar ke Eujliro 3-ga instead of Jongno 3-ga, jadilah mesti transfer line lagi huaaaaa~ Dengan tanda-tanda kehidupan yang setengah hidup dan mati, saya akhirnya sampai juga di yellowbrick guesthouse. Sampai guesthouse di sambut oleh lelaki muda nan imut yang keheranan liat saya ngos-ngosan, di kira saya gk tahan sama cuaca panas. Begitu touchdown kamar, rencananya sih mau langsung mandi dan istirahat karena udah gk sanggup buat ngapa-ngapain lagi. Habis mandi rencana buat istirahat bubar, ternyata roomate saya orangnya asik hahaha~ Dia berasal dari beijing, china. Jujur aja sebelumnya sih agak skeptis dengan mereka, karena kebanyakan ketemu sama yang cuek dan gk ramah sama sekali hmm.. Tapi hari itu pandangan sempit itu berubah! Kami sempat berkenalan, tapi karena kapasitas otak yang sangat terbatas jadilah saya lupa namanya (tapi tidak wajahnya). Malam itu kami ngobrol ngalor ngidul sampe gk ingat waktu (the best time i ever have that days), lucunya saya sambil mengang botol air mineral sedangkan dia kaleng bir wkwkwk jomplang!!!! After hours endup sleeping late and that was my first night in seoul.

Hari pertama ngeksplore Seoul adalah back to Cube cafe wohohoho~ Selain buat kembali nostalgia juga pengen banget ngeliat dekorasi cube cafe yg baru. Kali ini saya pergi waktu CLC lagi debut. JCube cafe hari itu di dominasi warna pastel, hijau dan pink, dan ada beberapa ornament tambahan yg dulunya gk ada. Dinding kacanya sekarang majang foto artis-artisnya cube such as B2ST, BtoB, G.Na dkk. Smoking room pun udah misah total dari bangunan utama cafe, pindah ke bagian belakang yg dulunya sejenis photo corner gitu, jadi sekarang cafenya udah sedikit luas lah. Hari itu cafe gk terlalu rame, mungkin karena CLC's debut dan bukan sunbaenim-sunbaenim mereka yg comeback hmm..

Smoking area..
Pesanan saya jatuh pada millk shake dan sebuah macaroon 4Minutes (haa~aah kenapa juga yg biseuteu harus habis sih) padahal lagi lapar gila, tapi lumayan lah buat ngisi perut yang mendadak dangdutan tanpa di undang.

Sebenernya salah satu agenda disini itu buat beli album dan lighstick biseuteu tapi hari itu lsnya sold. Jadi tanpa menunggu terlalu lama (karena perut bukannya adem tapi makin berontak) saya pun cuss nyari tempat makan di deket-deket situ. Menu kali ini tteokbokki, karena bingung akhirnya cuma mesan ini padahal di tempat makan sebelah sih banyak menu makanan yg lain. Lebih tepatnya takut gk bisa makan makanan mereka dan muntah karena asam lambung waktu itu gk bisa di ajak coba-coba (sori.. saya pencinta masakan nusantara dan kurang friendly sama korean food aslinya).

Beberapa hari kemudian (last day in seoul) dikasih info kalo ternyata lightsticknya udah balik on sale dan kali ini saya kembali kesana dengan additional routes. Kalo sebelumnya gk sempat ngeliat FNC dan SMent kali ini karena ada waktu isenglah nyari kedua agensi tersebut, itung-itung hari terakhir dan gk ada agenda lain. Di depan kantor FNC ngelewatin beberapa fans yang sedang menungu manja idolanya, tapi entah siapa yang di tunggu (kurang update soal artis dari agensi ini). Gk jauh dari situ, setelah melewati satu belokan sampailah saya di kantor SM. Langsung flashback waktu abang kriseu minggat dari exo, apa ini gedung yang diceritain di beberapa berita kalo mereka denger member EXO berantem sama pihak SM ya? hmm sepertinya sih iya. Diseberang gedung ini juga banyak fans (kayanya exoL, soalnya hari itu exo ngeluarin single baru kalo gk salah) yang juga menunggu manja idolanya. Jujur selama jalan melewati dua agensi itu sedikit deg-deg serrr, kenapa? Karena waku itu dalam keadaan jalan sambil meluk lightstick B2ST yg terbaru hahaha. Bayangkan tatapan-tatapan curiga itu dan pose-pose siap nerkam itu kalo sampe mereka terprovokasi. Huft untungnya waktu itu dalam keadaan pake masker jadi berasa (sedikit) aman lah hahahaha~ Heh nobody will remember you even if they saw your face! (silly) -_-"

penampakan FNC Ent office
penampakan SM Ent office
*sebenernya pengen banget ngeshare direction dari Cube cafe ke dua gedung ini, tapi rasanya akan lebih menantang buat nyari-nyari direction itu di tempat lain hahaha..mian~*

Okay, tulisan pemanasan tentang summer vacation selese sampai disini. Next post mungkin bakal concern ke destinasi-destinasi yang belum dirasain waktu winter kemaren, jadi beberapa tempat yang sama cuma bakal dibahas dalam mode shortcut. See ya!


-looking for true happiness-

Selasa, 17 November 2015

The Secret of The Immortal Nicholas Flamel's review

The Secret of The Immortal Nicholas Flamel di tulis oleh Michael Scott, penulis asal Irlandia. Novel ini bercerita tentang perjalanan dalam menemukan kembali The Codex – or Book of Abraham the Mage yang dilakukan oleh Nicholas sang Alchemist bersama si kembar Sophie dan Josh Newman. Gosipnya sih mereka itu si kembar dalam legenda yg  nyimpan kekuatan buat menolong sekaligus menghancurkan umat manusia muahahaha~ Novel ini sendiri bersetting hanya selama sebulan, Cukup hebat menurut saya mengingat bukunya sendiri memiliki 6 seri (nicholas flamel series*) yang harusnya ditulis dalam waktu beberapa tahun, konsistensi penulis diperlukan disini sedangkan menulis cerita yang bersetting waktu sama dalam waktu beberapa tahun gk mudah menurut saya.
 
The Secret of The Immortal Nicholas's series
Dalam buku ini  selain tokoh mitologi-mitologi such as HakatePrometheusScáthachWitch of Endor dan Gilgamesh (aslinya sih masih banyak hmm), disini kita juga akan menemukan beberapa tokoh manusia nyata seperti William Shakespeare, Joan of Arc, Niccolò Machiavelli, Billy the Kid, Virginia Dare dan Count of St. Germain yang disebut sebagai manusia abadi. Setiap manusia abadi disini memiliki kekuatan yang berbeda-beda dan setiap mereka menggunakannya akan meninggalkan jejak berupa aroma khas sesuai ciri pemiliknya (semacam bau badan ya), contohnya Nicholas berbau mint sedangkan Dee berbau belerang. 

Cerita berpusat pada perjalanan Nicholas merebut kembali Codex sambil membangkitkan kekuatan si kembar Newman. Dalam perjalanan itu mereka akan berpindah-pindah dari satu negara ke negara lain menggunakan garis ley. Salah satu yang part yang saya sukai adalah ketika mengunjungi Mars Ultor di Katakombe, Perancis. Walau belum pernah melihat secara langsung (cuma liat di tv huks), tetapi cerita pertemuan mereka dengan Mars Ultor di ruangan gelap nan pengap itu langsung terbayang di otak saya hahaha~ skulls..bones here and there, absolutely not my kind of vacation tengkyu!!!! Oiya Pulau Alcatraz juga dibahas disini, sebagai penjara buat monster-moster mitologi yang siap bantuin ngehancurin manusia. Bukan hanya itu, believe it or not sampai putri duyung lengkap sama babenya pun ada disini, yah sebagai penjaga Alcatraz dan berperan sebagai antagonis sih disini.

Buat fellas yang tertarik dengan cerita fiksi berbau dongeng dan mitologi yang di balut dengan suasana petualangan ala sherina (dengan level yang beda pastinya hahaha), buku ini dijamin bakal memuaskan kalian. Dari biografi yang saya baca, mr. Scott ini memang mendalami tentang mitologi dan cerita rakyat jadi jangan heran cerita ini akan penuh dengan mereka tapi dikemas dengan "fakta-fakta" berbeda dan lebih menarik dari yang pernah kita baca lho. Contohnya St. Germain nikah sama Joan of Arc sampai Shakspare yang ternyata sedikit umm aneh, but it's a fiction after all so up to writer.
So, hurry up, grab your books and enjoy this story with me! *winkeu*



-reading thingy

Throwback Winter'13: Goes to SK (Chapter End)

Setelah bertapa demi menemukan kepingan memori yang hilang, dibantu dengan sisa-sisa dokumentasi yang tersisa akhirnya disinilah saya kembali melanjutkan cuap-cuap tentang liburan dalam rangka memuaskan obsesi pribadi pada negara oppadeul tercinta hahaha..

CUBE CAFE (lil bit about JYP & SM ent)
Next destination, Cube Cafe! Sebelum ke Cube cafe kami sempat pergi ke markasnya MBLAQ di daerah Samseong-dong (Gangnam-gu), ketemu memang tapi hari itu kantornya kosong melompong (mungkin karena weekend) dan kembali dengan tangan hampa. Lokasi Cube cafe sendiri berada di daerah Gangnam-gu tepatnya Cheongdam-dong, seperti yang kalian tau disitu bermarkas beberapa management artis besar seperti Cube ent, JYP ent, FNC ent dan SM ent (mungkin ada lagi tapi pas summer kemaren cuma nemu 4 ini hmm). Back to topic, buat para fans artis2 yang bernaung di Cube ent kalian wajib, ingat WAJIB, untuk mencari dan menemukan tempat ini!!! Cafe ini isinya apalagi kalo bukan tentang anak2 asuhan Cube, kalo kalian kesana pas bias kalian comeback siapkan hati, pikiran dan fisik buat menggila ya hahaha.. Dan kebetulan keberuntungan berada dipihak saya karena hari itu album solo Junhyung rilis, Flowerrrrr..

Buat nemuin cafe ini sedikit butuh perjuangan padahal harusnya gk susah lho (maklum anak baru hahaha) tapi akhirnya disini kami berdiri tepat di depan Cube cafe dan langsung disuguhi pemandangan macam ini!!! *karena terlalu fokus ngambil foto ini sampe gk nyadar ada mobil lewat, hampir ketabrak lol*

Okay, just ignore the wires -_-"
Akhirnya setelah beberapa bulan yang lalu cuma bisa liat di blog-blog referensi sebelum berangkat, finally bisa menginjaknan kaki juga di Cube cafe! Bisa dibayangkan betapa menggilanya hari itu, namun euphoria masih berlanjut fellas karena interior di dalam cafe masih belum membiarkan jantung saya buat nyantai.

story about Flower album
Flower photos
Junhyung hwaiting~
Setelah memesan minuman dan duduk manis akhirnya jantung mulai sedikit bisa diajak bekerja sama, adernalin udah back to normal guys hahaha..Setelah bercanda ria ketawa-ketiwi, akhirnya demi menjaga visualisasi buat masa depan kami kembali ke sesi foto-foto (jangan tanya mana fotonya karena sekarang "mereka" sudah tenang disisinya aka kedelete). Puas klik sana sini dan dapet semua angle, saatnya memandangi foto junhyung dengan khidmat. Disaat memandangi foto Junhyung sambil berdoa semoga dia tiba-tiba muncul itulah mendadak terjadi kegaduhan. Umm usut punya usut ternyata yang dateng si Son Dongwoon hahaha doanya kurang kuat kali ya jadi jodoh berkata lain. Perlu catat mungkin di cerita ini gk akan terasa betapa excitednya saya saat itu secara bukan Junhyung yg dateng, tapi kenyataannya pas berhadapan dengan Dongwoon face to face cuma bisa freeze seakan di pause dan dengan bodohnya cuma ngeliat tanpa bisa ngambil fotonya!!!! Padahal posisi saya yang paling pas waktu itu buat grepe2 ngefoto dia, secara kamera udah standby ditangan cuma tinggal klik.. poor me, silly right?! Mau nitip minta tanda tangan tapi ternyata gk di bolehin sama mbak penjaga cafenya, sedih sih sempat menitikan air mata (sedikit) hehehe..
cuma sempat moto pas doi pulang
sempat lari-lari ngejar dan teriak "oppa (?) come to Indonesia again please"
Oiya hari itu kami juga ketemu sama member BTOB si Changsub, si sub~ie waktu itu lagi mode polos gk pake make up. Rada gk pede kayanya pas liat kami (pengaruh makeupless kali ya) dan dengan suksesnya saya dan temen cuma ngelewatin dia dengan tampang cool hahaha jahatnyaaaa. Mukanya Changsub kecil ya ternyata, agak rancu (halah bahasanya) aja kalo digandeng bareng badannya yg gede. Tapi kalo orang korea kayanya bangga punya muka kecil kaya dia so no problem sih.
salah satu faktor yg bikin dompet bocor
*Selain tersedia snack dan minuman ala cafe-cafe pada umumnya, cafe ini juga nyedian fans's stuff macam album, lightstick dan goodies lainnya buat artis naungan Cube Ent.*

Cube cafe's Direction
Untuk sampai ke Cube cafe kalian bisa naik subway dengan tujuan Cheongdam Station Line7 (729) exit #9. Keluar exit jalan lurus sampai dipersimpangan ketemu citibank belok ke kanan. Dari situ tetap jalan lurus sampai ketemu baskin robin, belok kiri. Hal pertama yang bakal kalian temukan di belokan itu adalah CUBE Ent!
hehehe >.<
Tidak jauh dari kantor Cube kalian akan menemukan kantornya JYJ Ent, foto-foto langsung belok kiri ya dan sekitar 50m di sebelah kanan kalian bakal ketemu Cube cafe.

*Karena hari itu album Flower belum ready jadilah besoknya kembali lagi ke Cube cafe. Sambil menunggu kiki yang mengantar oleh-oleh titipan untuk MBLAQ (dia balik ke Jtune sendirian T.T), saya dan yeyen menghabiskan waktu kembali di Cube cafe, tapi kali ini tanpa bertemu siapa-siapa hahaha*

Di hari kedua kunjungan ke Cube cafe sempat ngelewatin depannya gedung baru SM Ent yang katanya sih bakal buat tempat  trainee latihan, lumayanlah  ngeliat poster SHINee & EXO nutupin itu gedung baru :p

NTower/Namsan Tower
Lets go to Namsan! Namsan Tower merupakan salah satu ikon wisata terkenal di Seoul, gk lengkap rasanya kalo belum mengunjungi tower yang berada di tengah kota Seoul ini. Siapa yang tidak mengetahui tentang urban legend gembok cinta yang terkenal itu, katanya selain gembok cinta buat wisatawan yang pernah memajang gemboknya disini atau minimal pergi kesini bakal bisa balik lagi Seoul (you choose to believe it or not). Disini kami melakukan perjalanan dengan cara yg agak tidak biasa, bukan..bukan..kami gk naik ke Namsan Towernya pake lompat-lompat atau atraksi lainnya kok, cuma dengan hiking saja fellas hahaha.. Yups kami memang setangguh itu! Ditengah cuaca dingin winter kami bertiga memilih buat hiking dari pada naik cable car. Melelahkan? Jelas! Tapi pengalaman itu yang belum tentu didapat setiap wisatawan yang naik ke Namsan. Lupakan perut kosong dan otot-otot kaki yang berteriak minta ampun, pemandangan menuju puncak sungguh tak tergantikan. Hanya saja memang perlu ekstra hati-hati sama licinnya jalan karena salju.

naik-naik ke puncak gunung, dingin-tinggi sekali~
seakan-akan udah deket, padahal... T.T
Setelah beberapa kali berhenti buat mengistirahatkan kaki yang hampir berontak minta di lepas dan sempat di ketawain (in positif way) sama ahjussi2 dan istrinya karena napas empot-empotan hampir putus akhirnya disinilah kami di puncak Namsan tercinta *nangis darah*. Rasa lapar, capek dan kedinginan lenyap seketika! Namsan Tower bener-bener tempat yang cantik dan indah (ignore penjual pizza, potato twister dan lainnya itu), sayangnya kami cuma sempat main di bagian luar karena harga tiket naik ke towernya yang lumayan wow buat kantong hahaha. Hal yang di lakukan pertama kali adalah inspeksi lokasi, tapi karena pengaruh otak yang keburu beku kami kurang luas menjelajah jadilah hanya main-main disekitar tempat gembok-gembok cinta terkutuk itu. Di puncak Namsan sendiri selain menara (Teddy Bear Museumnya udah minggat fellas, tinggal yg di Jeju) ada beberapa tempat makan yang asik buat melepas lelah, dahaga dan perut dengan harga yang menurut saya masih masuk diakal buat dompet. Terdapat cafe, tempat makan dan penjual souvenir khas NTower. *oiya disana juga tersedia jasa pelukis potret gitu*

umm sorry, itu gemboknya orang T.T
Puas foto-foto sambil jalan-jalan rasa lapar udah gk bisa diajak kompromi, dengan uang seadanya kami memilih salah satu restauran yang ada di sekitar situ. Mata langsung tertuju dan tertancap dengan sempurna ke King Shrimp's Omurice yang dari gambarnya keliatan super enak (dan udangnya yang besar hahaha) seharga 8000KRW. Rasanya? Umm enak, cuma jangan heran kalo lagi-lagi nemuin rasa yang mirip dengan makanan lain. Sepertinya Korea memang kurang kaya akan rempah dan bumbu jadi harap maklum, udangnya juga gk sebesar harapan memang tapi porsinya sumpah bikin kenyang hahaha. Disini self serving lagi yaa, ambil air minum sendiri dan habis makan jangan lupa buat ngembaliin tempat makan ke tempat yang udah disediakan :)

yummy!!
Karena udah capek dan gk sanggup buat jalan kaki akhirnya kita pulang pake cable car, budget untuk cable car ini 8,500KRW (round-trip ticket) dan 6,000KRW (single-trip ticket). Jadi buat yang gk kuat mendaki disarankan buat naik cable car, daripada pingsan kan :(

Hongdae
Hongdae, yang pertama terlintas adalah kampus, mahasiswa dan adegan-adegan romantis di sepanjang jalan (part akhir sungguh ngeganggu). Awalnya sih berencana buat shopping karena katanya daerah itu harganya lumayan miring (maklum daerah mahasiswa), terus lanjut nyari Hello Kitty cafe dan main ke Trick Eye Museum. Sampai di Hongdae ternyata salah total, dibanding Myeongdong atau Busan harga barang disini relatif mahal (emm mungkin gk nemu aja kali ya tempat yang murah hahaha). Okay belanja batal dan Hello Kitty cafe pun gk ketemu-ketemu akirnya lanjut Trick Eye Museum ajah. Biasanya sih Trick Eye nyediain potongan harga buat turis luar, voucher itu biasaya didapat di situs resmi Trick Eye dan harus di print dulu. Gedung Trick Eye sendiri jauh dari bayangan saya, jangan berharap kalian bakal menemukan tempat megah nan besar seperti Museum Angkut di malang. 

direction to Trick Eye Museum, Hongdae
Trick Eye sendiri ada di basement sebuah bangunan yang kalo dari luar mirip bangunan biasa. tapi begitu masuk hmm tempatnya sangat artistik. Selain Trick eye disana juga terdapat Ice Museum yang tiketnya sudah termasuk dalam di tiket Trick Eye. Puas foto-foto saatnya kembali window shopping menemani kiki dan yeyen yang kebetulan lagi nyari oleh-oleh. Disini kami kembali misah, yeyen tetap dengan schedule cari oleh-oleh sedangkan saya dan kiki balik ke Myeongdong buat nyari barang lain.


The Other Places (small stories and shopping thingy)
Selain tempat-tempat itu sebenernya masih ada lokasi lain yang kami jelajah such as Myeongdong dan Dongdaemun. Di Myeongdong sih cuma buat shopping sambil cuci mata ngeliat langsung jalan yang biasanya cuma bisa diliat di tv. Sayangnya waktu itu Jaejoong belum opening Jholic jadi cuma muter-muter jalan sambil hunting baju dkk. Myeongdong itu  tempat belanja yang asik, mulai dari barang branded sampe kaki lima ada disini, bukan cuma itu lagi-lagi banyak penjual snack dan coffee shop bertebaran di sepanjang jalan jadi jangan takut kelaparan atau kedinginan. Untuk barang yang lebih murah kalian bisa ke Underground marketnya lho. Selain toko-toko baju, kosmetik dan sejenisnya bisa di temuin beberapa toko yang ngejual kpop album dan goodies dari bebagai macam boyband dan girlband. Tips beli barang disini jangan lupa liat label barang sebelum membeli, pastikan tertera tulisan made in korea untuk kualitas yang terjamin. Salah satu keuntungan liburan di akhir tahun adalah salenya yang besar-besaran untuk semua produk bukan cuma baju tapi sampai ke kosmetik!!!!! Di Dongdaemun cuma sempat masuk ke Doota mall buat nyari toko oleh-oleh yang kata beberapa blog sih si penjual bisa bahasa Indonesia dan gampang buat diminta diskonnya lho. Tapi entah kenapa hari itu kami gk dapat discount, atau lebih tepatnya gk ada yang kepikiran buat minta diskon lol T.T

The end of my our Winter vacation
Pagi itu perjalanan kami di tutup dengan tergesa-gesa karena takut tertinggal pesawat. Jam 5 pagi, setelah mengembalikan barang-barang guesthouse, kami menuju Seoul Station (via taxi) buat nyari Limousine bus menuju Incheon Airport, tapi kami sepertinya salah. Setelah menunggu lumayan lama kami memutuskan buat ikut ajakan ahjussi, yang kebetulan juga lagi nunggu bus yang sama, untuk naik taxi. Si ahjussi cerita, setahun sebelumnya beliau menunggu bus yang sama tapi sayangnya bus itu gk dateng. Satu jam kemudian (no traffic jam tengkyu) sampailah di Incheon Airport dengan biaya yang lumayan wow, 60.000KRW, tapi untungnya cuma kami bayar masing2 10.000KRW. Urusan imigrasi dan lain-lain selesai akhirnya sampai di boarding gate dengan mata yang masih ngantuk.

Di pesawat kali ini saya cukup beruntung karena seat sebelahan bareng kiki dan gk perlu angkat-angkat koper lagi hahaha. Di Flight ini kembali mata dimanjakan oleh para Flight Attendant (FA) yang bikin mata dan hati adem. Memang sih disini gk ada kejadian menarik, hanya saja setidaknya kali ini saya bisa fangirling bareng kiki lah. Nama incaran kali ini Park Sangyoub, dia FA baru yang tampangnya masih keliatan gugup dan tegang (khas rookie lah) tapi disitulah imutnya. Oiya ada kejadian sedikit menjengkelkan kali ini, salah satu FA yang mukanya rada jutek negur dengan nada yang lumayan gk enak (tumben ini) buat masukin tas ke bawah seat. Kok jadi curiga masa dia paham kalo saya dan kiki habis ngebandingin dia sama Sangyoub?! But thats imposibble right! hahaha.. Our flight save and sound that day, we spend our times with talking and fangirling Sangyoub of course!

Kuala Lumpur lagi fellas, touchdown di KLIA habis ngambil barang-barang dari bagasi langsung nyari food garden buat makan dan istirahat karena males banget main ke Kuala Lumpur. Disitu kami ngobrol sampe subuh, karena saking asiknya ngebahas liburan kemaren.

*Begitu sampai di food garden rasa sedih karena ninggalin Seoul hilang! Kenapa? Karena Sangyoub si FA "incaran" ada di depan mata! hahaha.. As a normal one, its normal if you have some crush right?! Sooo here i'm with my fangirling mode on in front of him!!!! But sadly, yes sadly, i didnt do anyting at all..yups nothing...NOTHING! Setelah melakukan kebodohan dengan ngebayar minuman pake duit receh (pake acara di itung satu2 pula!) di depan dia, keberanian buat nyamperin dan minta foto pun kandas lenyap tanpa bekas. In the end my fangirling story stuck in that level, as a stalker. Don't pity me!*

Besok paginya kami kembali ke Balikpapan dengan penerbangan yang lancar seperti biasanya, disini saya kembali duduk sendiri T.T Sepanjang perjalanan cuma bisa tidur persis orang mati, bangun pas landing di Sepinggan jadi kali ini perjalanan ditutup tanpa kejadian yg berarti (kecuali buat kiki dan yeyen yg ternyata duduk berdua hmm..)

*sampai di balikpapan, barang bawaan yeyen kembali menghilang. Kalo sebelumnya di KL barangnya ketemu kali ini barangnya ketuker sama barang passanger lain yg beda tujuan. But thx to Airasia crew for being responsible, beberapa hari kemudian barang itu udah kembali nangkring dengan manis di rumah yeyen*

Mungkin masih banyak tempat yang belum sempat di eksplore di Seoul, but i believe thats another stories for me to tell..i'll be back~ (ala terminator) for sure! Everything begin from nothing to something, karena cerita ini berawal dari omong kosong dan mimpi. But who knows, maybe next it'll be your story. AKTF *wink* 



-blabbering done!-